Pada hari sabtu, tanggal 7 Desember 2013 kami pergi
berwisata ke Pasar Terapung dan
Pulau kembang bersama anak-anak PBSI 2013. Karna tujuan dari
wisata kami adalah menyimak
hal-hal apa saja yang ada di kedua tempat tersebut maka,
kami di dampingi langsung oleh
bapak Sabhan sebagai dosen dalam Teori Menyimak.
Sebelum berangkat kesana saya menginap dirumah teman saya,
karna takut bangun
kesiangan,sesuai kesepakatan kami merencanakan berangkatnya
jam 05.00 pagi dan berkumpul
di halaman Masjid Sultan Suriansyah.Pagi pun tiba saya dan
teman-teman saya bergegas untuk
mandi, sholat subuh, dan menyiapkan makanan, kami
melakukannya secara bergantian dan
saling bantu-membantu dan itu juga yang membuat kami datang
terlambat. Setelah kami sampai
di depan halaman Masjid Sultan Surinsyah 2 kelotok yang kami
tempati terlihat kosong sekali
karna sebagian dari teman kami sudah berangkat menggunakan 2
kelotok lainnya.
Karna merasa sangat senang, saya dan teman-teman saya
langsung mengabadikan
acara tersebut dengan kami berfoto-foto, dan bercanda ria di
dalam kelotok karna ini adalah
pengalaman pertama bagi ketiga teman saya, tapi tidak untuk
saya karna saya orang banjar asli
jadi kedua wisata tersebut sudah tidak asing lagi bagi
saya.Tapi jadi pengalaman pertama bagi
saya bisa pergi bersama anak-anak PBSI 2013.
Kelotok yang kami naiki ini sangat lambat itu yang membuat
kami di tunggu oleh teman-
teman saya yang sudah lama sampai di Pasar Terapung Lokba
Intan. Sekitar jam 08.30 kelotok
kami sampai di Pasar Terapung, mungkin karna kami datangnya
terlalu siang maka cuman
sedikit saja yang tersisa. Disana saya melihat orang
berjualan di atas jukung atau perahu kecil
buahan dan uniknya lagi ada yang minum teh dan makan soto di
atas jukung.Cara bertransaksi
mereka selain menggunakan uang ada juga secara barter yaitu
menukar bahan yang mereka bawa
dengan bahan yang mereka inginkan contohnya seperti penjual
yang satu menukar pisang dengan
beberapa buah mangga yang di jual oleh penjual lainnya,
tentunya hal itu sudah di sepakati oleh
kedua belah pihak.
Karna matahari sudah mulai naik dan jam menunjukkan pukul
09.00 Wita, maka kami
bergegas menuju wisata yang kedua yaitu Pulau Kembang, di
dalam perjalanan kami kelaparan
dan kami pun memakan makanan yang sudah kami siapkan dari
rumah sambil melihat-lihat
pemandangan di sekitar .
Sampainya di Pulau Kembang yaitu pada pukul 10.00 wita. Saya
dan teman-teman sudah
di sambut oleh monyet-monyet yang ada di Pulau Kembang
mereka berlarian mengejar-ngejar
kami karna ingin minta makanan yang kami bawa yaitu
kacang-kacangan,pisang,kue yang kami
Rp.5000 perorang, saya pun langsung masuk, disana saya
melihat bnyak orang yang mmbawa
anak-anakya untuk di tapung tawari karna menurut kepercayaan
disana apabila anak-anak kecil
keturunan orang banjar harus di bawa ke tempat tersebut,
disana juga terdapat tempat pembacaan
doa-doa dan pemandian bagi anak kecil dan ada dua patung
seperti monyet yang di beri kembang
dan kain kuning, sekilas saya melihat mirip sekali dengan
klenteng-klenteng karna corak warna
tempatnya adalah merah dan kuning
Terakhir saya dan semua teman-teman saya, mencoba
mengelilingi hutan tersebut, di
sini juga bnyak ibi-ibu yang menawarkan jasanya sebagai
pemandu jalan agar terhindar dari
kenakalan monyet yang ada di Pulau Kembang.
Di dalam hutan saya melihat banyak sekali monyet-monyet yang
ada di sana, mereka
melompat-lompat dai pohon yng satu ke pohon yang lainnya,
dan di sana juga di larang untuk
memegang handphone, kamera, ataupun barang berharga lainnya
karna monyet-monyet tersebut
bisa mengambilnya dan susah sekali membuat monyet tersebut
untuk mengembaliknnya lagi,
seperti yang terjadi pada teman saya yang bernama Yanti, dia
kehilngan satu pasang sepatunya
karna di ambil oleh monyet, mugkin karna monyet suka warna
sepatunya, atau sepatunya saya
juga tidak tahu.
Karna waktu sudah pukul 11.00 wita dan hari juga mulai
sangat panas, kami bersiap-siap
untuk kembali .
Meskipun kami semua terlihat sangat capek, tapi kami semua
senang,dan sangat
menikmati perjalanan kami tersebut. Mungkin ini menjadi
pengalaman yang tidak akan kami
lupakan , selain kegiatan ini menambah ilmu juga menambah
keakraban dari anak-anak PBSI
2013.
Kritik
Pasar Terapung
1. Kurangnya kebersihan di sungai banjarmasin
2. Masih banyak ketidak sadaran masyarkat banjarmasin yang
masih membuang
sampah di sungai
3. Tanaman enceng gondok (Ilung) yang berserakan, terlihat
bnyak sekali di sungai
banjarmasin
4. Kurangnya sarana dan prasarana dan dukungan pemerintah
pada Pasar
Terapung.
Pulau Kembang
1. Banyaknya sampah-sampah kacang,kulit pisang yang ada di
pulau kembang
2. Kurangnya sarana berteduh untuk pengunjung
3. Tidak adanya petugas kebersihan
4. Kurangnya perhatian dan perawatan hutan di pulau kembang
5. Minimnya penjagaan di pulau kembang
6. Kurangnya dukungan Pemerintah Daerah terhadap Wisata Pula
Kembang.