Senin, 23 Desember 2013

Laporan Perjalanan Wisata Pasar Terapung dan Pulau Kembang.





Pada hari sabtu, tanggal 7 Desember 2013 kami pergi berwisata ke Pasar Terapung dan

Pulau kembang bersama anak-anak PBSI 2013. Karna tujuan dari wisata kami adalah menyimak

hal-hal apa saja yang ada di kedua tempat tersebut maka, kami di dampingi langsung oleh

bapak Sabhan sebagai dosen dalam Teori Menyimak.

Sebelum berangkat kesana saya menginap dirumah teman saya, karna takut bangun

kesiangan,sesuai kesepakatan kami merencanakan berangkatnya jam 05.00 pagi dan berkumpul

di halaman Masjid Sultan Suriansyah.Pagi pun tiba saya dan teman-teman saya bergegas untuk

mandi, sholat subuh, dan menyiapkan makanan, kami melakukannya secara bergantian dan

saling bantu-membantu dan itu juga yang membuat kami datang terlambat. Setelah kami sampai

di depan halaman Masjid Sultan Surinsyah 2 kelotok yang kami tempati terlihat kosong sekali

karna sebagian dari teman kami sudah berangkat menggunakan 2 kelotok lainnya.

Karna merasa sangat senang, saya dan teman-teman saya langsung mengabadikan

acara tersebut dengan kami berfoto-foto, dan bercanda ria di dalam kelotok karna ini adalah

pengalaman pertama bagi ketiga teman saya, tapi tidak untuk saya karna saya orang banjar asli

jadi kedua wisata tersebut sudah tidak asing lagi bagi saya.Tapi jadi pengalaman pertama bagi

saya bisa pergi bersama anak-anak PBSI 2013.

Kelotok yang kami naiki ini sangat lambat itu yang membuat kami di tunggu oleh teman-
teman saya yang sudah lama sampai di Pasar Terapung Lokba Intan. Sekitar jam 08.30 kelotok

kami sampai di Pasar Terapung, mungkin karna kami datangnya terlalu siang maka cuman

sedikit saja yang tersisa. Disana saya melihat orang berjualan di atas jukung atau perahu kecil

tanpa mesin, mereka menjual berbagai macam kebutuhan memasak,aneka kue daerah,buah-
buahan dan uniknya lagi ada yang minum teh dan makan soto di atas jukung.Cara bertransaksi

mereka selain menggunakan uang ada juga secara barter yaitu menukar bahan yang mereka bawa

dengan bahan yang mereka inginkan contohnya seperti penjual yang satu menukar pisang dengan

beberapa buah mangga yang di jual oleh penjual lainnya, tentunya hal itu sudah di sepakati oleh

kedua belah pihak.

Karna matahari sudah mulai naik dan jam menunjukkan pukul 09.00 Wita, maka kami

bergegas menuju wisata yang kedua yaitu Pulau Kembang, di dalam perjalanan kami kelaparan

dan kami pun memakan makanan yang sudah kami siapkan dari rumah sambil melihat-lihat

pemandangan di sekitar .

Sampainya di Pulau Kembang yaitu pada pukul 10.00 wita. Saya dan teman-teman sudah

di sambut oleh monyet-monyet yang ada di Pulau Kembang mereka berlarian mengejar-ngejar

kami karna ingin minta makanan yang kami bawa yaitu kacang-kacangan,pisang,kue yang kami

beli di Pasar Terapung tadi.Masuk kepintu gerbangnya di Pulau Kembang kami di pungut biaya

Rp.5000 perorang, saya pun langsung masuk, disana saya melihat bnyak orang yang mmbawa

anak-anakya untuk di tapung tawari karna menurut kepercayaan disana apabila anak-anak kecil

keturunan orang banjar harus di bawa ke tempat tersebut, disana juga terdapat tempat pembacaan

doa-doa dan pemandian bagi anak kecil dan ada dua patung seperti monyet yang di beri kembang

dan kain kuning, sekilas saya melihat mirip sekali dengan klenteng-klenteng karna corak warna

tempatnya adalah merah dan kuning

Terakhir saya dan semua teman-teman saya, mencoba mengelilingi hutan tersebut, di

sini juga bnyak ibi-ibu yang menawarkan jasanya sebagai pemandu jalan agar terhindar dari

kenakalan monyet yang ada di Pulau Kembang.

Di dalam hutan saya melihat banyak sekali monyet-monyet yang ada di sana, mereka

melompat-lompat dai pohon yng satu ke pohon yang lainnya, dan di sana juga di larang untuk

memegang handphone, kamera, ataupun barang berharga lainnya karna monyet-monyet tersebut

bisa mengambilnya dan susah sekali membuat monyet tersebut untuk mengembaliknnya lagi,

seperti yang terjadi pada teman saya yang bernama Yanti, dia kehilngan satu pasang sepatunya

karna di ambil oleh monyet, mugkin karna monyet suka warna sepatunya, atau sepatunya saya

juga tidak tahu.

Karna waktu sudah pukul 11.00 wita dan hari juga mulai sangat panas, kami bersiap-siap

untuk kembali .

Meskipun kami semua terlihat sangat capek, tapi kami semua senang,dan sangat

menikmati perjalanan kami tersebut. Mungkin ini menjadi pengalaman yang tidak akan kami

lupakan , selain kegiatan ini menambah ilmu juga menambah keakraban dari anak-anak PBSI

2013.

Kritik

Pasar Terapung

1. Kurangnya kebersihan di sungai banjarmasin

2. Masih banyak ketidak sadaran masyarkat banjarmasin yang masih membuang

sampah di sungai

3. Tanaman enceng gondok (Ilung) yang berserakan, terlihat bnyak sekali di sungai

banjarmasin

4. Kurangnya sarana dan prasarana dan dukungan pemerintah pada Pasar

Terapung.

 Pulau Kembang

1. Banyaknya sampah-sampah kacang,kulit pisang yang ada di pulau kembang

2. Kurangnya sarana berteduh untuk pengunjung

3. Tidak adanya petugas kebersihan

4. Kurangnya perhatian dan perawatan hutan di pulau kembang

5. Minimnya penjagaan di pulau kembang

6. Kurangnya dukungan Pemerintah Daerah terhadap Wisata Pula Kembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar